Kepala WHO mengatakan wilayah asalnya di Ethiopia di bawah blokade ‘sistematis’ – SABC News
Africa

Kepala WHO mengatakan wilayah asalnya di Ethiopia di bawah blokade ‘sistematis’ – SABC News

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia mengatakan pada hari Jumat bahwa rumahnya di wilayah Tigray di Ethiopia utara menjadi sasaran blokade “sistematis” dan orang-orang sekarat karena kekurangan pasokan.

Tedros Adhanom Ghebreyesus tidak mengatakan siapa yang dia pikir menghentikan bantuan untuk sampai ke Tigray, di mana pasukan pemberontak telah berperang selama setahun dengan pemerintah Ethiopia.

Pemerintah Ethiopia telah membantah memblokir bantuan ke Tigray dan mengatakan sedang membangun kembali infrastruktur. Perserikatan Bangsa-Bangsa telah berulang kali meminta pemerintah untuk mendapatkan bantuan ke utara, dan mengatakan bahwa kekurangan di sana adalah “buatan manusia”.

Juru bicara pemerintah Legesse Tulu tidak segera menanggapi permintaan komentar atas pernyataan Tedros pada hari Jumat.

“Orang-orang sekarat karena kekurangan pasokan,” Tedros, yang merupakan etnis Tigrayan, mengatakan pada konferensi pers di Jenewa.

“Kami tidak bisa mengirim perbekalan dan obat-obatan ke Tigray karena diblokade, dan blokade itu sistematis,” katanya. Dalam sambutan publik yang luar biasa jujur, dia menggambarkan situasi di Ethiopia sebagai “sangat menyedihkan”.

Perang pecah pada November 2020 antara pasukan federal Ethiopia dan pasukan yang setia kepada Front Pembebasan Rakyat Tigray (TPLF), partai penguasa Tigray. Ribuan orang tewas dalam konflik itu, yang sejak itu menyebar ke dua wilayah tetangga di utara Ethiopia.

Segera setelah konflik dimulai, kepala staf tentara Ethiopia menuduh Tedros mendukung pemberontak Tigray. Dia menyangkal itu.

Direktur Jenderal WHO, yang merupakan menteri kesehatan Ethiopia selama era ketika TPLF mendominasi politik nasional, telah berulang kali mengatakan dia tidak memihak dalam perang.

Tidak ada bantuan kemanusiaan yang diorganisir PBB yang memasuki Tigray selama lebih dari tiga minggu, kata PBB pada Kamis, menambahkan sekitar 364 truk sedang menunggu di wilayah tetangga, menunggu izin dari pihak berwenang untuk melanjutkan.

Sekitar 80% obat esensial tidak lagi tersedia di Tigray dan sebagian besar fasilitas kesehatan tidak berfungsi, kata PBB dalam sebuah laporan pada hari Kamis.

Pihak-pihak yang bertikai sejauh ini menolak seruan dari Amerika Serikat, PBB dan Uni Afrika untuk gencatan senjata. Baik pemerintah maupun pasukan Tigrayan telah menetapkan syarat yang ditolak pihak lain.

Posted By : pengeluaran hongkong